MADANI Connection merupakan pusat kajian yang memiliki perhatian pada kebijakan dan isu-isu strategis baik di dalam negeri maupun secara internasional. Akivitas lembaga ini meliputi kajian, penelitian, advokasi dan publikasi.
MADANI Connection bermula dari diskusi dan kegiatan pada tahun 2017-2018 yang dilakukan secara mandiri oleh para pemuda dan aktivis, yang memiliki latar belakang sebagai mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia, dosen President University dan Universiti Utara Malaysia (UUM), aktivis non-government organization MAARIF Institute dan serta aktivis sayap organisasi pemuda dari Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).
Mengingat gejolak yang terjadi di Indonesia saat itu, mereka meyakini bahwa perhatian terhadap studi kebijakan dan isu-isu strategis di Indonesia masih berkembang. Kemudian tahun 2019 mereka menggelar Focus Discussion Group (FGD) tentang fenomena populisme Islam. acara ini mulai menamakan diri sebagai sebuah pusat kajian MADANI Connection for Policy and Strategic Issues. Tahun 2020, pusat kajian ini resmi mendaftarkan diri di Kementerian Hukum dan HAM sebagai organisasi non-profit.
Background
Kondisi bangsa Indonesia saat itu sedang mengalami fenomena sosial yakni kebangkitan populisme Islam (Aksi Bela Islam yang berjilid-jilid), dinamika politik menuju Pemilu 2019, dan penerbitan revisi Undang-Undang Ormas dan kebijakan pembubaran ormas yang trans-nasional yang dianggap anti-Pancasila.
Kemudian disusul dengan kemunculan fenomena global akibat pandemi Covid-19. Suasana darurat kemanusiaan, kebijakan yang menuai pro-kontra dan adanya rumor konspirasi global muncul ke permukaan. MADANI Connection Kembali menggelar kegiatan advokasi dan kajian mengenai Pandemi Covid-19 dari perspektif sosial, ekonomi dan pendidikan.
Selain studi intinya tentang perkembangan domestik, MADANI Connection juga secara progresif mengembangkan orientasi yang lebih internasional terutama dari perspektif non-state actor.
Sejak didirikan, MADANI Connection telah melihat misi dasarnya sebagai wahana bagi ide-ide baru dan independen, khususnya di Indonesia yang lebih banyak fokus pada pemberian saran dan gagasan kebijakan langsung kepada pemerintah. Dengan perkembangan yang berubah di Indonesia, audiens MADANI Connection menjadi semakin beragam.